-->

Wirausaha Sosial - Wirausahaan Sosial



Wirausaha SosialKewirausahaan Sosial adalah hasil kerja dari pengusaha sosial. Pengusaha sosial menemukan masalah sosial dan menggunakan prinsip kewirausahaan untuk mengatur, membuat, dan mengelola sebuah usaha yang mampu melakukan perubahan sosial. Ketika pengusaha bisnis seringkali tolok ukur kinerjanya adalah dari laba dan pengembalian, Pengusaha sosial berfokus dalam menciptakan manfaat sosial. Dengan demikian, tujuan utama dari kewirausaan sosial adalah untuk tahapan lanjut dari tujuan sosial dan lingkungan. Pengusaha sosial withering sering dikaitkan dengan sektor sukarela dan tidak nirlaba. Tetapi, hal ini tak menghalangi untuk mendapatkan keuntungan. 

Wirausaha Sosial - Wirausahaan Sosial  New


Wirausaha Sosial Wirausaha sosial melihat masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah display bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat. Mereka seperti seseorang yang menabung dalam jangka panjang karena usaha mereka memerlukan waktu dan compositions yang lama untuk terlihat hasilnya. 

Wirausaha Sosial - Wirausahaan Sosial  New and Best


Wirausaha sosial menjadi fenomena sangat menarik saat ini karena perbedaan-perbedaannya dengan wirausaha tradisional yang hanya fokus terhadap keuntungan materi dan kepuasan pelanggan serta signifikansinya terhadap kehidupan masyarakat. Kajian mengenai kewirausahaan sosial melibatkan berbagai ilmu pengetahuan dalam pengembangan serta praktiknya di lapangan. Lintas ilmu pengetahuan yang diadopsi kajian kewirausahaan sosial merupakan hal penting untuk menjelaskan serta membuat pemikiran-pemikiran baru. 

Contoh nyata dari kewirausahaan sosial adalah : 

· Panti Asuhan, Koperasi, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, 

· Rumah Cemara oleh Derajat Ginanjar Koesnadi, 

· Bank Petani oleh Masril Koto, 

· Sekolah Pedalaman oleh Butet Manurung, 

· Pelatihan Rumah Tangga oleh Lita Angraini, 

· Rumah Pelangi, 

· ICT Watch. 

Di ranah on the web, sudah tentu Google(dot)com, Facebook(dot)com, Twitter(dot)com, Blogger(dot)com, Detik(dot)com, Kaskus(dot)us, Instagram(dot)com, dan beberapa situs layanan lain yang tak mewajibkan pengguna untuk membayar ganti atas pelayanan yang mereka berikan. Tak hanya itu, situs-situs diatas bahkan mampu memberi candu bagi sebagian besar masyarakat sehingga waktu luang untuk mengakses situs itu tak hanya menjadi selingan, tetapi menjadi kebutuhan bahkan terprioritaskan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Wirausaha Sosial - Wirausahaan Sosial "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel