-->

Kisah Inspirasi - Silakan Panggil Saya si Bodoh dan Tertawakan Saya

Alkisah, seorang matematikawan hebat tinggal di sebuah desa. Ia sering

dipanggil oleh raja untuk memberi saran mengenai hal-hal yang

berkaitan dengan ekonomi. Reputasinya telah menyebar jauh.



Makanya, sangat menyakitkan sekali ketika kepala desa berkata

kepadanya, "Anda mungkin seorang matematikawan hebat yang memberi

nasihat kepada raja mengenai masalah ekonomi, tapi anak Anda tidak

tahu nilai emas atau perak."



Ahli matematika itu memanggil anaknya dan bertanya, "Mana yang lebih

berharga, emas atau perak?"



"Emas," kata anak itu.



"Itu betul. Lalu, mengapa kepala desa mengolok-olokmu, mengatakan

bahwa kamu tidak tahu nilai emas atau perak? Ia mengolok-olokku setiap

hari, hingga sesepuh desa mengatakan agar mengabaikan saja. Tapi, ini

menyakitkan saya. Saya merasa semua orang di desa ini menertawakan di

belakang saya karena kamu tidak tahu apa yang lebih berharga, emas

atau perak. Jelaskan pada saya tentang hal ini, Nak," pinta

matematikawan itu.



Maka anak ahli matematika itu pun menceritakan kepada ayahnya alasan

mengapa kepala desa memberi kesan seperti itu.



"Setiap hari dalam perjalanan ke sekolah, kepala desa memanggil saya

ke rumahnya. Di depan semua tetua desa, ia memegang koin perak di satu

tangan dan sebuah koin emas di tangan yang lain. Ia meminta saya untuk

mengambil koin yang lebih berharga. Saya mengambil koin perak itu. Ia

tertawa, para tetua desa juga, semua orang mengolok-olok saya. Lalu,

saya pergi ke sekolah. Hal ini terjadi setiap hari. Itulah sebabnya

mereka mengatakan bahwa saya tidak tahu mana yang lebih bernilai, emas

atau perak."



Sang ayah bingung. Anaknya tahu nilai emas dan perak, namun saat

diminta memilih antara koin emas dan koin perak, ia selalu mengambil

koin perak.



"Mengapa kamu tidak mengambil koin emas itu?" tanya sang ayah.



Sebagai jawabannya, sang anak membawa ayahnya ke kamarnya dan

menunjukkan kepadanya sebuah kotak. Di dalam kotak itu setidaknya ada

seratus koin perak.



Memandang ayahnya, anak matematikawan itu berkata, "Kalau saya

mengambil koin emas, maka permainan akan berhenti. Mereka akan

berhenti bersenang-senang dan saya akan berhenti mendapatkan uang."



Terkadang dalam hidup ini, kita harus bermain bodoh agar orang lain

menyukainya. Itu bukan berarti kita kalah dalam permainan.



Ini hanya membiarkan orang lain menang di satu arena permainan,

sementara kita pun menang di arena permainan lainnya.



Kita harus bisa memilih arena mana yang penting bagi kita dan arena

mana yang tidak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Inspirasi - Silakan Panggil Saya si Bodoh dan Tertawakan Saya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel