MEWAH.. inilah Komunitas Arisan Mama-mama cantik di Pekanbaru
PEKANBARU - Bertempat di sebuah cafe di bilangan Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Jumat (3/11/207) sore, kelompok arisan Mama-mama Cantik memulai rutinitas bulanan kumpul bersama. Suasana akrab begitu terasa sejak awal hingga kegiatan berakhir.
Kelompok arisan ibu-ibu muda yang berdandan cantik ala sosialita ini terlihat begitu kompak mengenakan dress code putih-putih.
Dandanan hingga asesoris yang mereka kenakan semuanya barang ‘branded’ alias bermerek. Mulai dari busana, sepatu, tas, perhiasan, jam tangan, handphone, hingga kaca mata.
Mereka begitu menikmati bincang-bincang santai sembari menikmati hidangan yang disuguhkan pelayan cafe.
Ada juga di antara mereka yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Berswafoto menggunakan handphone merek ternama, hingga sibuk memperbaiki dandanan.
Namun hal itu tak membuat suasana akrab berkurang, kegiatan pun tetap berlanjut hingga terang sore berganti gelap malam.
Kelompok arisan Mama-mama Cantik yang disingkat Macan ini, sore itu hanya dihadiri delapan anggotanya saja.
Usai membahas segala sesuatu yang mereka anggap penting, diakhir kegiatan acara foto-foto bersama pun menjadi sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.
Berbagai macam gaya atau pose foto mereka tunjukkan, senyum manis, wajah riang, hingga merasa tak puas dengan hanya satu jepretan.
Mereka menjajal seluruh sisi cafe, dengan maksud mencari spot terbaik sebagai latar belakang pada hasil jepretan kamera.
Arisan Macan yang sudah berjalan 4 tahun ini memang didominasi ibu-ibu cantik dan muda.
Mereka pada umumnya berasal dari keluarga berada, karena untuk bergabung dalam Arisan Macan ini memang cukup selektif.
Vicky Wulandari, pentolan Arisan Macan, mengatakan, komunitas yang dikelolanya tidak bisa sembarangan menerima peserta untuk bergabung.
Hal utama yang dilihat terlebih dulu adalah kemampuan peserta yang akan bergabung dalam hal materi.
Hal ini menurutnya bertujuan agar arisan tersebut tidak macet, karena akan berpengaruh terhadap nama arisan tersebut.
Bahkan calon peserta juga akan dilihat rumah yang ditinggalinya terlebih dulu, apakah milik sendiri, ‘ngekos’, atau mengontrak.
Jika calon peserta masih mengontrak, maka maaf saja, belum bisa bergabung di Arisan Mama-mama Cantik ini.
Selain itu, keberadaan keluarga calon peserta juga akan ditanyai dan dimintai data secara lengkap.
“Kami memang cukup selektif dalam menerima peserta. Istilahnya, kita lihat kemapanan mereka terlebih dulu. Kita juga lihat rumah yang mereka tinggali, kalau masih mengontrak, kita tidak bisa menerima. Kita juga minta identitas, dan cari tahu bagaimana kemampuan materi mereka,” jelas Vicky, awal pekan lalu.
Ditambahkan Vicky, kalau sudah ngumpul arisan yang digelar sekali sebulan, inilah saatnya bagi para mama-mama muda untuk unjuk gigi dan saling pamer apa yang mereka punya.
Pertemuan seringkali dilakukan di hotel, ada juga di cafe, dan sejumlah tempat-tempat ngumpul bergengsi lainnya.
Setiap kali ngumpul, para peserta diwajibkan memakai dress code tertentu, sesuai tema yang telah ditentukan.
Kalau acaranya ngumpulnya dilakukan di hotel, biasanya para mama cantik memakai gaun-gaun mewah, sesuai tema.
Kemudian tidak lupa kilauan perhiasan yang akan menambah glamournya acara ngumpul yang digelar.
“Ada yang bawa berliannya, permata, dalam bentuk kalung, cincin, anting, gelang, dan perhiasan masing-masing. Di situ akan tampak kemewahan karena memang masing-masing akan tampil cantik dan spesial,” kata ibu muda beranak satu ini.
Jika ngumpulnya di cafe, maka dress code-nya juga ikut menyesuaikan.
Pernah suatu kali Arisan Macan memakai dresscode ala koboi, semua anggotanya memakai pakaian ala koboi tersebut, tanpa terkecuali.
“Kadang kami memakai pakaian syar’i, bollywood, dan bermacam dresscode lainnya. Kadang juga temanya warna, misalnya merah, semua pakai merah,” imbuhnya.
Dijelaskan Vicky, saat ini keanggotan Arisan Macan berjumlah 20 orang.
Uang arisan yang dibayarkan setiap anggota per bulannya adalah Rp 2 juta.
Sehingga, setiap kali undian anggota yang menjadi pemenang menerima Rp 40 juta.
Pemenang undian, langsung menentukan tempat sekaligus tema yang akan dipakai dalam pertemuan selanjutnya.
“Uang tersebut biasanya kami jadikan untuk modal usaha. Karena pada umumnya para peserta saat ini memang mama muda yang merintis usaha sendiri, mereka tidak minta duit sama suami, tapi dengan kemandirian kami sendiri. Di sini kami juga saling belajar, dan banyak hal positif yang bisa diambil. Ketika ada teman yang sakit, kami selalu jenguk bersama, dan kami juga saling jaga kekompakan,” pungkasnya. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/zid/ale/dri/mad/loh/dan)
Kelompok arisan ibu-ibu muda yang berdandan cantik ala sosialita ini terlihat begitu kompak mengenakan dress code putih-putih.
Dandanan hingga asesoris yang mereka kenakan semuanya barang ‘branded’ alias bermerek. Mulai dari busana, sepatu, tas, perhiasan, jam tangan, handphone, hingga kaca mata.
Mereka begitu menikmati bincang-bincang santai sembari menikmati hidangan yang disuguhkan pelayan cafe.
Ada juga di antara mereka yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Berswafoto menggunakan handphone merek ternama, hingga sibuk memperbaiki dandanan.
Namun hal itu tak membuat suasana akrab berkurang, kegiatan pun tetap berlanjut hingga terang sore berganti gelap malam.
Kelompok arisan Mama-mama Cantik yang disingkat Macan ini, sore itu hanya dihadiri delapan anggotanya saja.
Usai membahas segala sesuatu yang mereka anggap penting, diakhir kegiatan acara foto-foto bersama pun menjadi sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.
Berbagai macam gaya atau pose foto mereka tunjukkan, senyum manis, wajah riang, hingga merasa tak puas dengan hanya satu jepretan.
Mereka menjajal seluruh sisi cafe, dengan maksud mencari spot terbaik sebagai latar belakang pada hasil jepretan kamera.
Arisan Macan yang sudah berjalan 4 tahun ini memang didominasi ibu-ibu cantik dan muda.
Mereka pada umumnya berasal dari keluarga berada, karena untuk bergabung dalam Arisan Macan ini memang cukup selektif.
Vicky Wulandari, pentolan Arisan Macan, mengatakan, komunitas yang dikelolanya tidak bisa sembarangan menerima peserta untuk bergabung.
Hal utama yang dilihat terlebih dulu adalah kemampuan peserta yang akan bergabung dalam hal materi.
Hal ini menurutnya bertujuan agar arisan tersebut tidak macet, karena akan berpengaruh terhadap nama arisan tersebut.
Bahkan calon peserta juga akan dilihat rumah yang ditinggalinya terlebih dulu, apakah milik sendiri, ‘ngekos’, atau mengontrak.
Jika calon peserta masih mengontrak, maka maaf saja, belum bisa bergabung di Arisan Mama-mama Cantik ini.
Selain itu, keberadaan keluarga calon peserta juga akan ditanyai dan dimintai data secara lengkap.
“Kami memang cukup selektif dalam menerima peserta. Istilahnya, kita lihat kemapanan mereka terlebih dulu. Kita juga lihat rumah yang mereka tinggali, kalau masih mengontrak, kita tidak bisa menerima. Kita juga minta identitas, dan cari tahu bagaimana kemampuan materi mereka,” jelas Vicky, awal pekan lalu.
Ditambahkan Vicky, kalau sudah ngumpul arisan yang digelar sekali sebulan, inilah saatnya bagi para mama-mama muda untuk unjuk gigi dan saling pamer apa yang mereka punya.
Pertemuan seringkali dilakukan di hotel, ada juga di cafe, dan sejumlah tempat-tempat ngumpul bergengsi lainnya.
Setiap kali ngumpul, para peserta diwajibkan memakai dress code tertentu, sesuai tema yang telah ditentukan.
Kalau acaranya ngumpulnya dilakukan di hotel, biasanya para mama cantik memakai gaun-gaun mewah, sesuai tema.
Kemudian tidak lupa kilauan perhiasan yang akan menambah glamournya acara ngumpul yang digelar.
“Ada yang bawa berliannya, permata, dalam bentuk kalung, cincin, anting, gelang, dan perhiasan masing-masing. Di situ akan tampak kemewahan karena memang masing-masing akan tampil cantik dan spesial,” kata ibu muda beranak satu ini.
Jika ngumpulnya di cafe, maka dress code-nya juga ikut menyesuaikan.
Pernah suatu kali Arisan Macan memakai dresscode ala koboi, semua anggotanya memakai pakaian ala koboi tersebut, tanpa terkecuali.
“Kadang kami memakai pakaian syar’i, bollywood, dan bermacam dresscode lainnya. Kadang juga temanya warna, misalnya merah, semua pakai merah,” imbuhnya.
Dijelaskan Vicky, saat ini keanggotan Arisan Macan berjumlah 20 orang.
Uang arisan yang dibayarkan setiap anggota per bulannya adalah Rp 2 juta.
Sehingga, setiap kali undian anggota yang menjadi pemenang menerima Rp 40 juta.
Pemenang undian, langsung menentukan tempat sekaligus tema yang akan dipakai dalam pertemuan selanjutnya.
“Uang tersebut biasanya kami jadikan untuk modal usaha. Karena pada umumnya para peserta saat ini memang mama muda yang merintis usaha sendiri, mereka tidak minta duit sama suami, tapi dengan kemandirian kami sendiri. Di sini kami juga saling belajar, dan banyak hal positif yang bisa diambil. Ketika ada teman yang sakit, kami selalu jenguk bersama, dan kami juga saling jaga kekompakan,” pungkasnya. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/zid/ale/dri/mad/loh/dan)

0 Response to "MEWAH.. inilah Komunitas Arisan Mama-mama cantik di Pekanbaru"
Posting Komentar